Showing posts with label parenting. Show all posts
Showing posts with label parenting. Show all posts

Friday, December 19, 2014

Pentingnya Pendidikan Pembentukan Karakter Anak Usia Dini- Jerawatku Jerawatmu

Pentingnya pendidikan anak usia dini pada buah hati bunda. Memperoleh pendidikan merupakan hak setiap anak. Sebuah bangsa tidak akan berkembang dan maju apabila penduduknya tidak memiliki pendidikan yang baik. Pendidikan adalah hal esensial untuk membangun suatu negara. Kapan waktu yang tepat untuk memulai mengenyam pendidikan? Waktu yang tepat untuk memulai sebuah pendidikan adalah sedini mungkin. Zaman dahulu pendidikan dimulai pada saat usia sekolah dasar, namun sekarang sudah ada pendidikan pra sekolah untuk anak seperti taman kanak – kanak (TK).

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

pentingnya pendidikan anak usia dini
Seiring dengan bermunculannya sekolah PAUD, orang tua mulai banyak untuk mendaftarkan anaknya untuk bersekolah di sana. Pada awalnya mungkin sekolah PAUD hanya diminati oleh orang tua dengan keadaan finansial yang baik, namun sekarang sudah ada beberapa sekolah PAUD yang dibuka dengan biaya terjangkau. Sebagian besar orang tua mungkin ada yang berpikir untuk apa anak disekolahkan di sekolah PAUD selama mereka bisa mendidik anak mereka sendiri. Pendapat orang tua ini ada benarnya. Jika orang tua benar – benar mempunyai waktu luang untuk memberi pendidikan kepada anaknya sebelum masuk ke jenjang sekolah maka tidak masalah.

Adanya instansi pra sekolah untuk anak biasanya dimanfaatkan oleh orang tua yang tidak mempunyai waktu, sibuk bekerja dan tidak sanggup untuk memberikan pendidikan yang sesuai untuk anak balitanya.

Pentingnya Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasiko pendidikan lebih lanjut.

PAUD itu sendiri bertujuan untuk mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Berdasarkan pasal 28 UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, PAUD dapat diselenggrakan melalui jalur pendidikan formal, non formal dan/atau informal.

PAUD jalur pendidikan formal diantaranya adalah TK (Taman Kanak-kanak), RA (Raudhatul Atfal) atau bentuk lain yang sederajat yang menggunakan program untuk anak usia 4 - ≤6 tahun. PAUD jalur pendidikan non formal diantaranya adalah TPA (Taman Penitipan Anak), atau bentuk lain yang sederajat yang menggunakan program untuk anak usia 0 - <2 tahun, 2 - <4 tahun, 4 - ≤6  tahun tahun dan program pengasuhan untuk anak usia 0 - ≤6 tahun, KB (Kelompok Bermain) dan bentuk lain yang sederajat menggunakan program untuk anak usia 2 - <4 tahun dan 4 - ≤6 tahun, sedangkan PAUD jalur informal adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh keluarag atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.

Penyelenggraan PAUD sudah mempunyai standar yang disesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga bisa memberikan pelayanan yang berkualitas.

Perlu juga bunda ketahui: tips cara mencerdaskan anak.

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini dalam Membangun Masa Depan Bangsa

Anak merupakan asset terbesar orang tua untuk masa depan. Banyak harapan besar yang ditumpukan oleh orang tua kepada mereka. Demi kemajuan anak orang tua bisa mengorbankan apa saja termasuk pendidikannya. Setiap orang tua menginginkan pendidikan yang terbaik bagi anak. Namun sebagian besar orang tua masih kurang tepat dalam memberikan tuntutan pendidikan bagi anak.

Banyak orang tua yang menginginkan anaknya menjadi seorang yang pintar, cerdas dan juara kelas dengan menjejalkan berbagai macam les mata pelajaran di luar jam sekolahnya seketika dia masuk di sekolah dasar. Tanpa adanya bekal yang cukup, tuntutan orang tua yang seperti demikian hanya akan membebani anak.

Tujuan utama dari diselenggarakannya pendidikan anak usia dini adalah untuk membentuk anak yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa. Terdapat perbedaan antara anak yang medapatkan pendidikan anak usia dini dengan anak yang tidak mendapatkan pendidikan usia dini.

Seorang anak yang diberikan pendidikan sejak usia dini pra sekolah yang bagus maka anak tersebut akan belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide, mengembangkan ide, dan siap untuk sekolah. Sedangkan anak yang tidak mendapatkan pendidikan anak usia dini akan cenderung lamban dalam menerima sesuatu. Pendidikan anak usia dini bukanlah sekedar jenjang pendidikan yang harus dilalui anak, namun lebih ditekankan kepada tujuannya untuk melatih adaptasi anak terhadap lingkungan yang akan dihadapi kelak.

Salah satu alasan para orang tua tidak memberikan pendidikan pra sekolah untuk anaknya adalah karena tidak mau anaknya kehilangan masa bermain. Padahal pendidikan pra sekolah anak bukanlah pendidikan yang “menyeramkan” seperti sekolah dimana anak harus dituntut ini itu. Pendidikan anak usia dini tetap memberi kebebasan anak untuk bermain, tapi bermain sambil belajar. Pendidikan anak usia dini penting karena di usia inilah anak bisa membentuk kesiapan dirinya menghadapi masa sekolah. Kepandaian kognitif, afektif dan psikomotor akan terbentuk dengan baik melalui pendidikan ini.

Kemajuan suatu bangsa dipengaruhi oleh sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Dengan sumber daya manusia yang hebat maka terbentuklah bangsa yang kuat. Hebat tidaknya sumber daya manusia dipengaruhi oleh pendidikan yang diperolehnya. Kualitas pendidikan yang rendah mengakibatkan rendahnya kualitas sumber daya manusia.

Untuk memperoleh sumber daya manusia yang berkualitas waktu yang paling tepat untuk membentuknya yaitu pada saat mereka masih kecil. Rendahnya kualitas calon siswa dipengaruhi oleh kualitas pendidikan yang diberikan sebelum mereka memasuki jenjang sekolah. Belajar dari pengalaman negara maju, pembentukan kualitas sumber daya manusia dilakukan sejak usia dini. Sebagai contohnya adalah Negara Singapura dan Korea Selatan, hampir seluruh anak usia pra sekolah telah terlayani PAUD.

Masa Usia Dini Merupakan Periode Emas

Masa usia 0 – 6 tahun disebut dengan masa keemasan karena melalui stimulasi yang efektif pada usia ini di lingkungan dapat mengembangkan pertumbuhan otak dan stimulasi anak. Masa ini merupakan masa perkembangan kecerdasan yang cepat. Kecerdasan pada masa ini dapat meningkat dari 50% menjadi 80% jika mendapatkan stimulasi yang baik.

Perkembangan kecerdasan pada anak akan berhenti pada usia 18 tahun dan setelah itu kognitifnya tidak akan berkembang lagi walaupun dengan pemberian nutrisi yang baik sekalipun. Usia 0 – 6 tahun merupakan masa dimana anak mulai mempunyai kepekaan terhadap kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial, kemadirian, seni, moral, agama. Oleh karena itu pemberian pendidikan yang tepat dibutuhkan untuk terus menggali identitas diri anak.

Artikel yang wajib bunda baca:
1. Cara Mengatasi Anak Susah Makan Nasi dan Sayur

2. Cara Mengatasi Batuk Pilek Pada Bayi Dengan Aman

Berdasarkan kajian neurologi pada saat lahir otak bayi mengandung sekitar 100 milyar neuron yang siap melakukan sambungan antar sel. Selama tahun-tahun pertama, otak bayi berkembang sangat pesat dengan menghasilkan bertrilyun-trilyun sambungan antarneuron yang banyaknya melebihi kebutuhan. Sambungan ini harus diperkuat melalui berbagai rangsangan psikososial karena sambungan yang tidak diperkuat akan mengalami penyusutan dan musnah. Inilah yang pada akhirnya akan memengaruhi tingkat kecerdasan anak.

Tuesday, December 16, 2014

14 Resep Menu Makanan Bayi Usia 6 Bulan- Jerawatku Jerawatmu

Makanan bayi usia 6 bulan. Bayi Ibu sekarang sudah berusia 6 bulan. Jika Ibu sudah sukses menjalankan ASI eksklusifnya selama 6 bulan maka setelah lepas 6 bulan Ibu sudah bisa memberikan makanan pendamping ASI untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Tidak selamanya kebutuhan gizi bayi bisa dipenuhi hanya dengan pemberian ASI. Seiring dengan pertambahan usianya, bayi membutuhkan kecukupan gizi yang berbeda dibandingkan dengan usia sebelumnya. Bayi akan mulai membutuhkan zat besi dari sumber lain mulai usia 6 sampai 9 bulan.

Makanan Bayi Umur 6 Bulan Pertama

makanan bayi usia 6 bulan
Makanan bayi yang sehat adalah makanan yang dibuat sendiri di rumah atau home made. Makanan home made untuk bayi lebih terjamin kebersihannya, tanpa tambahan bahan pangan lainnya dan lebih banyak variasinya karena kita sendiri yang membuat. Sebelum membuat makanan bayi perlu diperhatikan bahan apa saja yang boleh diberikan untuk bayi sesuia dengan usianya. Pilihlah sayuran dan buah – buahan organik karena bebas dari pestisida. Jika tidak ada sayuran atau buah organic maka cucilah buah dan sayuran tersebut hingga benar – benar bersih agar bebas dari pestisida dan bakteri berbahaya. Selalu pilih sayur dan buah yang segar untuk diberikan ke buah hati.

Bayi berusia 6 bulan bisa diberikan Makanan bayi usia 6 bulan dari pure atau bubur halus. Lakukan pemberian Makanan bayi usia 6 bulan dari pure secara bertahap teksturnya. Pada awal pemberian sebaiknya berikan Makanan bayi usia 6 bulan dari pure yang encer karena bayi sudah terbiasa untuk mengkonsumsi ASI sebelumnya. Kemudian tekstur Makanan bayi usia 6 bulan dari pure bisa dibuat semakin kental sesuai dengan pertambahan usianya. Jangan berikan bahan tambahan termasuk gula atau garam ke dalam makanan bayi usia 6 bulan karena fungsi ginjalnya belum sempurna. Rasa dari Makanan bayi usia 6 bulan dari pure asli sudah cukup memberi rasa bagi bayi.

Makanan diberikan sedikit demi sedikit pada saat pertama pemberian agar bayi terbiasa dengan rasa dan teksturnya. Jumlah pemberian makanannya bisa ditambah seiring dengan perkembangan bayi. Pemberian makanan sedikit demi sedikit juga bertujuan untuk mengetahui reaksi alergi makanan pada bayi. Biasakan bayi untuk mengkonsumsi Makanan bayi usia 6 bulan dari pure sayur karena kebanyakan anak sekarang susah untuk makan sayur sebab rasanya yang hambar. Biasakan anak untuk merasakan sayur dari usia bayi.

Resep Makanan Bayi  6 Bulan

Beberapa resep makanan bayi usia 6 bulan yang bisa menjadi referensi untuk bunda memberikan makanan pendamping ASI antara lain:

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure beras merah atau beras putih

Bahan yang disediakan:
  • Beras merah secukupnya
  • ASI

Cara membuat:
Beras merah atau beras putih dimasak menjadi bubur, disaring kemudian dicampur dengan ASI.

Bubur susu

Bahan yang disediakan:
  • 10 gram tepung beras/tepung sagu/tepung maizena/tepung hunkwe/tepung kacang hijau. Jangan gunakan tepung terigu
  • 20 sdm (200 ml) ASI

Caran membuat:
Masak tepung dengan sedikit air. Setelah masak tuangkan di mangkuk kemudian tambahkan dengan ASI. Sebaiknya gunakan tepung buatan sendiri.

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure avokad

Bahan yang disediakan:
  • 50 gram avokad kupas, cuci berih, potong-potong
  • 3 sdm (30 ml) ASI

Caran membuat:
Blender avokad hingga lembut (tanpa tambahan air), tuang ke mangkuk makan bayi kemudian campur dengan ASI, aduk rata. Segera berikan kepada bayi.

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure pisang

Bahan yang disediakan:
  • 50 gram pisang ambon kupas, potong-potong
  • 3 sdm (30 ml) ASI

Cara membuat:
Blender pisang dan ASI hingga lembut. Tuang ke mangkuk dan segera berikan kepada bayi.

Pisang juga bisa dimanfaatkan utuk mengatasi wajah kusam loh bun, yuk baca infonya di Cara Mengatasi Wajah Berminyak dan Kusam Dengan Mudah

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure papaya

Bahan yang disediakan:
  • 50 gram papaya kupas cuci bersih dan potong-potong
  • 3 sdm (30 ml) ASI

Cara membuat:
Blender papaya hingga lembut. Tuang Makanan bayi usia 6 bulan dari pure papaya ke mangkuk. Tambahkan ASI dan aduk rata. Segera berikan kepada bayi.

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure pir dan papaya

Bahan yang disediakan:
  • 30 gram pir kuning, cuci bersih, kupas dan ambil daging buahnya
  • 25 gram papaya matang, cuci bersih, kupas dan potong-potong
  • 3 sdm (30 ml) ASI

Cara membuat
Pir dikukus hingga empuk. Blender pir dan papaya hingga halus. Tuang ke dalam mangkuk kemudian tambahkan ASI.

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure apel

Bahan yang disediakan:
  • 50 gram apel manis, cuci bersih, kupas dan ambil dagingnya.
  • 2 sdm (20 ml) ASI atau jus jeruk manis

Cara membuat:
Kukus apel hingga empuk. Blender hingga lembut bersama dengan ASI atau jus jeruk manis. Sebelum diberikan ke bayi saring Makanan bayi usia 6 bulan dari pure jika perlu.



Makanan bayi usia 6 bulan dari pure papaya pisang

Bahan yang disediakan:
  • 25 gram papaya matang, kupas dan potong-potong
  • 50 gram pisang ambon kupas dan potong-potong
  • 2 sdm (20 ml) ASI atau jus jeruk manis

Cara membuat:
Blender papaya dan pisang hingga lembut. Tuang ke mangkuk dan tambahkan ASI atau jus jeruk manis. Aduk rata.

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure kentang

Bahan yang disediakan:
  • 3 buah kentang, kupas, cuci dan potong-potong
  • ASI secukupnya

Cara membuat:
Kukus kentang hingga lunak. Tiriskan kentang kukus kemudian haluskan kentang dengan garpu atau food processor. Tambahkan ASI dan aduk rata.

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure jagung manis

Bahan yang disediakan::
  • 100 gram jagung manis pipil
  • 100 ml ASI

Cara membuat:
Kukus pipilan jagung manis hingga lunak. Campurkan dengan ASI kemudian blender. Saring Makanan bayi usia 6 bulan dari pure untuk menghilangkan kulit biji jagung yang tersisa.

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure ubi jalar ungu

Bahan yang disediakan:
  • Ubi jalar ungu secukupnya, cuci bersih
  • Kaldu ayam/sapi asli secukupnya

Cara membuat:
Kukus ubi jalar hingga lunak. Kupas kemudian haluskan. Tambahkan dengan air kaldu secukupnya hingga pada kekentalan yang diinginkan.

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure kacang hijau

  • 2 sdm munjung kacang hijau
  • ASI secukupnya

Cara membuat:
Rebus kacang hijau hingga empuk. Saring bubur kacang hijau kemudian campur dengan ASI

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure kacang merah

  • 100 gram kacang merah
  • ASI secukupnya

Cara membuat:
Rebus kacang merah hingga empuk. Saring bubur kemudian campur dengan ASI

Makanan bayi usia 6 bulan dari pure bayam labu kuning

Bahan yang disediakan:
  • 50 gram labu kuning, cuci bersih, kupas dan potong
  • 50 gram daging ayam, cuci bersih dan potong dadu
  • 25 gram bayam, potong tangkainya dan cuci bersih
  • 50 ml ASI

Cara membuat:
Rebus potongan labu kuning dan ayam hingga matang. Masukkan bayam ke dalam rebusan kemudian rebus lagi hingga bayam lunak lalu tiriskan. Haluskan bahan yang sudah ditiriskan. Bisa ditambah dengan sedikit sisa air rebusan atau bisa juga ditambah dengan ASI.

Jadwal Pemberian Makanan bayi usia 6 bulan

Bayi usia 6 bulan diberikan makan sebanyak 2-3 kali sehari, yaitu disekitar jam 9-10 pagi dan disekitar jam 4-5 sore. Pada saat malam hari cukup berikan ASI. Bayi juga bisa diberikan makanan selingan berupa sari buah atau pisang lumat pada siang dan sore hari. Sisanya berikan ASI sesuai dengan keinginan bayi.

Wajib bunda baca:
1. tahap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 8 bulan

2. tekhnik cara menyusui bayi yang tepat.

Demikian tadi beberapa tips resep Makanan bayi usia 6 bulan yang bisa untuk bunda berikan pada buah hati bunda. Selamat mencoba, semoga si buah hati tumbuh dengan sehat.

Monday, December 15, 2014

Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Usia 5 Bulan- Jerawatku Jerawatmu

Perkembangan bayi 5 bulan. Memiliki bayi merupakan suatu impian bagi orang tua muda. Melihat perkembangan bayi dari waktu ke waktu adalah suatu hal yang menakjubkan bagi orang tua. Menginjak usia 5 bulan kepandaian bayi semakin berkembang. Kemampuan komunikasinya mulai terlihat, kemampuan motoriknya juga berkembang. Untuk lebih mengetahui perkembangannya yang lebih detail, mari kita simak ulasan berikut ini.

Perkembangan Bayi Usia 5 Bulan Keatas

perkembangan bayi 5 bulan
Bagaimana tahap perkembangan bayi 5 bulan keatas. Semakin bertambahnya usia bayi juga akan tumbuh dan berkembang. seperti apa perkembangan bayi usia 6 bulan, yuk cari infonya di tahap pertumbuhan dan perkembangan bayi usiaa 6 bulan. Setelah bertambah bulan, kemampuan yang dimiliki bayi juga akan semakin berkembang, untuk bayi usia 8 bulan bayi sudah mulai bisa tengkurap. Seperti apa perkembangan bayi 8 bulan, bisa bunda baca di tahap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 8 bulan.

Perkembangan Bayi 5 Bulan

Beberapa kemampuan yang sebagian besar bahkan hampir semua bayi usia 5 bulan miliki antara lain adalah:

Belajar Duduk

Pada tahap perkembangan bayi 5 bulan bayi mulai belajar duduk. Dia akan berusaha menegakkan tubuhnya untuk duduk dengan posisi duduk condong ke depan dengan bantuan topangan dari lengannya di depan. Punggung bayi usia ini belum kuat betul untuk duduk dalam posisi tegak. Oleh karena itu bantulah dia dengan memberikan sandaran berupa bantal atau tubuh orang dewasa di punggungnya.

Kemampuan Tengkurap

Ada sebagian bayi yang sudah bisa menggulingkan tubuhnya dari posisi terlentang menjadi posisi tengkurap. Jika dia sudah bisa melakukan itu kemudian dia akan mencoba untuk menggerakkan kakinya untuk berlanjut ke tahap selanjutnya seperti merangkak dan bergerak maju. Jika sudah begitu orang tua harus malakukan pengawasan apalagi jika hal tersebut dilakukan di atas tempat tidur.

Memukul Benda

Pernah melihat bayi yang suka memukul benda ke lantai atau membenturkannya ke benda lain? Ini adalah salah satu tahap perkembangannya. Jadi jangan larang si bayi untuk melakukan hal itu. Kegiatan ini merangsang gerakan tangan ketika memegang benda. Suara yang ditimbulkan oleh benda yang dibenturkannya itu membuat bayi merasa senang.

Mengambil dan Mengarahkan Mainan ke Mulutnya

Genggaman bayi berusia 5 bulan mulai kuat. Ia bahkan sudah bisa memegang botol gelas dengan pegangan tangan di kedua sisinya. Dia bisa menarik dan mengambil barang di dekatnya. Dia juga akan memasukkan mainan yang dipegang itu ke mulutnya. Dalam hal ini orang tua harus waspada untuk tidak meletakkan barang berbahaya di sekitar jangkauannya. Bayi pun suka mengambil benda – benda kecil menggunakan jari telunjuk, jari tengah dan ibu jarinya.


Kemampuan Komunikasi dan Bahasa

Usia 5 bulan di kehidupan bayi merupakan masa transisi kepandaiannya. Jika sebelumnya pada usia 4 bulan bayi sudah bisa mengeluarkan suara – suara sederhana seperti “rrrrr”, pada usia 5 bulan ini bayi akan bereksperimen untuk mengeluarkan berbagai macam bunyi lewat mulutnya. Bayi sudah bisa tertawa dan bergumam “wwwww”. Bayi mengeksplorasi suara yang didengarnya dan mencoba untuk menirunya.

Walaupun suara yang dibuat oleh bayi tidak begitu jelas namun sebagai orang tua patut bahagia. Jangan bosan pula apabila suara yang dikeluarkan oleh bayi sama. Namun biasanya pada usia ini bayi bisa mengeluarkan suara yang berbeda. Suara berbeda tersebut digunakan untuk menandakan sesuatu, seperti dia sedang lapar, lelah atau ingin bermain.

Suara decakan dan gumaman yang dibuat oleh bayi usia 5 bulan merupakan awal dari perkembangan kemampuan bahasanya. Selain itu pada usia ini bayi sudah bisa mulai mengengerti suara yang didengarnya, seperti ketika terdengar suara binatang atau ketika terdengar namanya dipanggil. Dia akan berekasi ketika mendengar panggilan namanya.

Tertarik Melihat Makanan

Bayi mungkin akan tertarik ketika melihat seseorang sedang membawa makanan di piring. Dia pun akan mencoba mengambil makanan tersebut dan memasukkannya ke dalam mulut. Namun pada usia 5 bulan sebaiknya bayi masih tetap diberi ASI eksklusif, sehingga jangan biarkan si bayi memakan makanan sebelum saatnya.

Mengenal Warna

Penglihatan bayi usia 5 bulan sudah berkembang. Walaupun belum cukup sempurna, tapi dia sudah bisa melihat dengan baik dari berbagai jarak. Fokus matanya pun sudah baik dan dia juga mulai bisa megenali berbagai warna. Dia akan tertarik jika dihadapkan dengan mainan berwarna – warni, tapi dia lebih menyukai warna primer seperti merah, kuning dan biru.

Nah itu tadi beberapa info tentang perkembangan bayi 5 bulan yang harus bunda ketahui. Beberapa info yang juga wajib bunda baca antara lain:

1. tips dan trik cara menyimpan ASI yang tepat.

2. teknik cara menyusi yang tepat pada bayi.

Selamat mencoba, semoga berhasil.

Sunday, December 14, 2014

Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi 4 Bulan- Jerawatku Jerawatmu

Perkembangan bayi 4 bulan. Bayi Ibunda sekarang sudah berusia 4 bulan. Bersyukur sekali jika buah hati bisa melewati 4 bulan kehidupan pertamanya. Ibunda pasti tidak sabar mengetahui bagaimana perkembangan bayi tercinta selanjutnya. Melihat masa – masa lucu dan menggemaskan sang buah hati merupakan momen yang paling bahagia bagi orang tua. Sebagai orang tua dianjurkan untuk terus memonitor perkembangan buah hatinya sesuai dengan tahapan usianya. Berikut ini adalah kemampuan normal yang dilakukan oleh bayi usia 4 bulan.

perkembangan bayi 4 bulan

Perkembangan Bayi Usia 4 Bulan. 

Berguling

Pada usia 4 bulan bayi sudah memiliki kontrol terhadap kepalanya. Kemampuan leher untuk menahan kepala mulai terlatih. Hal ini memungkinkan bayi untuk mempertahankan posisi leher ketika berada dalam posisi tengkurap. Melalui kekuatan leher yang dimilikinya dia bisa memandang lurus ke depan waktu di posisi terlentang. Lengan kakinya menjadi bebas bergerak seiring dengan kemampuannya menggerakkan kepala.

Ketika dalam posisi tengkurap bayi pun mampu mendongakkan kepalanya hingga membentuk sudut 90 derajat, sehingga memungkinkan dia untuk melihat ke segala arah di depannya. Bahkan dari posisi tengkurap, dia sudah memiliki kemampuan untuk berguling terlentang. Namun pada usia ini bayi masih belum bisa untuk tengkurap sendiri.

Pada usia 4 bulan bayi baru bisa memiringkan badannya, berguling dari posisi satu ke posisi lainnya. Ini adalah tahap awal dia belajar tengkurap. Oleh karena itu Ibu harus memancing buah hati untuk berguling dengan meletakkan mainan kesukaannya pada jangkauan yang sedikit agak jauh dari dia, selanjutnya bayi akan berusaha berguling untuk meraih mainannya.

Memegang Benda

Bayi usia 4 bulan sudah bisa memegang benda. Dia akan menggapai apa saja yang ada di jangakauannya termasuk rambut orang yang mengasuhnya, boneka gantung di tempat tidurnya, atau objek lain yang tergantung di dekatnya. Namun untuk memegang benda yang agak sedikit besar dari genggamannya dia masih belum mampu. Dia bisa memegang benda tersebut tetapi terkadang masih terlepas dari tangannya. Ini dikarenakan bayi belum kuat memegangnya.

Info yang perlu bunda tahu juga: Teknik Cara Menyusui yang Benar Pada Bayi

Kemampuan Melihat

Penglihatan bayi pada usia 4 bulan mulai tajam. Awalnya dia hanya tertarik dengan warna yang terang atau hitam putih dan belum bisa mebedakan warna dengan kontras yang hampir sama, tapi sekarang dia sudah mempunyai kemampuan membedakan kontras warna. Secara kasat mata, indra penglihatannya juga mulai bekerja dengan baik karena biasanya pada usia 4 bulan mata bayi tidak juling lagi dan sudah bisa fokus. Kedua bola matanya sudah bisa mengikuti benda di sekitarnya secara bersamaan.



Kemampuan Komunikasi dan Bahasa

Pengekspresian emosi pada bayi usia 4 bulan mulai terlihat. Dia akan mengekspresikan dirinya melalui decakan atau tertawa. Dia akan tertawa jika sedang merasa senang, dia akan memasang muka cemberut jika sedang lelah atau kesal. Umumnya pada usia ini bayi berbicara dengan menggunakan suara tenggorokan yang berbunyi “rrrrr”.

Pada tahap perkembangan bayi 4 bulan, bayi juga mulai belajar mengenali emosi dari suara orang lain. Dia akan memberi tanggapan yang berbeda terhadap suara yang bernada marah atau senang. Jika bayi diajak berbicara maka dia akan merespon balik dengan mengeluarkan suaranya. Saat ini dia juga mulai mempelajari sebab akibat, misalnya jika dia sedang menangis maka dia tahu kalau nanti akan ada orang dewasa yang menghampirinya.


Baca juga:
1. Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Usia 8 Bulan 

2. Tahap Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan

Ulasan di atas merupakan beberapa tahap perkembangan bayi 4 bulan pada normalnya. Namun setiap bayi mempunyai keunikan tersendiri. Ada yang dapat berkembang dengan cepat dan ada yang berkembang dengan perlahan. Jika buah hati belum sampai pada tahap perkembangan di atas, maka kemungkinan Ibunda akan melihat perkembangan itu di bulan berikutnya.

Friday, December 12, 2014

Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Usia 8 Bulan- Jerawatku Jerawatmu

Perkembangan bayi usia 8 bulan. Bunda sedang mempunyai adek kecil atau mungkin sedang mempunyai bayi berusia 8 bulan? Apakah bunda rajin mengikuti perkembangannya? Cek yuk perkembangannya sekarang, apakah perkembangannya normal layaknya bayi seusianya. Sebaiknya simak terlebih dahulu sedikit ulasan perkembangan bayi normalnya pada usia 8 bulan.

Makanan Bayi Usia 8 Bulan

perkembangan bayi usia 8 bulan
Ketika mulai menginjak usia 6 bulan, bayi sudah bisa diberikan MPASI atau makanan pendamping ASI. Usia 6 bulan adalah usia yang disarankan untuk pemberian MPASI. Sebelum usia 6 bulan usahakan pemberian ASI eksklusif. Berhati-hati saat memberikan makanan tambahan untuk si kecil. Perhatikan apakah si kecil pernah memiliki riwayat alergi. Jika si kecil mempunyai riwayat alergi, seperti alergi susu ada beberapa kiat yang bisa bunda lakukan untuk mengatasi alergi pada si kecil. Seperti apa caranya yuk baca di solusi tepat dan mudah cara mengatasi alergi pada bayi.

Saat menginjak usia 8 bulan, bunda dapat memberikan makanan pendamping seperti makanan tim saring, bubur beras, bubur pisang. Tingkatkan juga asupan sayuran untuk bayi bunda agar nutrisinya tercukupi. Beberapa contoh resep makanan bayi 8 bulan bisa bunda lihat di resep menu makanan sehat bayi 8 bulan.

Perkembangan Bayi Usia 8 Bulan

Pada usia 8 bulan, umumnya pada bayi sudah bisa melakukan beberapa kegiatan seperti dibawah ini:

Duduk, Mrangkak dan Berdiri

Bayi berusia 8 bulan sudah pandai untuk duduk sendiri tanpa dibantu oleh orang dewasa. Mereka mudah tertarik dengan suatu benda yang ada di dekatnya lalu mereka akan berusaha untuk meraihnya dengan merangkak. Ya, bayi usia 8 bulan sudah mempunyai kemampuan untuk merangkak. Apabila bayi sedang tidak berada dalam gendongan orang, maka dia akan berusaha meraih benda yang membuatnya tertarik untuk memuaskan rasa penasarannya. Bayi akan meraihnya dengan cara berguling atau merangkak. Dia akan terus mengeksplorasi segala benda yang ada di sekitarnya dan mencoba untuk mendekatinya.

Pada tahap perkembangan bayi usia 8 bulan, bayi mungkin akan mencoba untuk berdiri untuk menjangkau benda yang ada di atasnya. Hal ini dilakukan dengan cara berpegangan di meja atau kursi kemudian mengangkat badannya. Bayi juga akan meraih benda apa saja untuk dijadikan pegangan ketika hendak berdiri. Pengawasan orang dewasa perlu dilakukan agar tidak ada perabotan pecah belah, perabotan yang mudah jatuh atau rapuh yang digunakan oleh bayi untuk berpegangan sehingga dapat membahayakan keselamatannya.


Kemampuan bayi untuk bergerak berdiri merupakan hal yang tidak mudah untuk dilakukan bayi, gerakan ini membutuhkan kekuatan kaki dan kepandaian bayi dalam membengkokkan lututnya sehingga bisa berdiri. Ketika dia sudah berhasil berdiri kadangkala dia akan merasa kesulitan untuk duduk kembali. Apabila bayi tidak mempunyai cara untuk duduk kembali biasanya dia akan menjatuhkan dirinya dengan begitu saja hingga bisa duduk kembali.

Kegiatan yang dilakukan oleh bayi ini tidak perlu dikhawatirkan, perhatikan dulu bagaimana usaha bayi untuk meraih benda, berdiri dan duduk kembali. Hal ini akan membantu perkembangan yang baik dan kemandirian bayi, kecuali jika si bayi sudah rewel karena merasa kesulitan melakukannya dan menyerah maka sebaiknya segera bantu dia.

Kemampuan Menggunakan Tangan

Kemampuan pergerakan tangan mulai berkembang. Bayi sudah bisa menggunakan jari – jarinya walaupun terbatas. Dia mulai bisa menunjuk objek yang menarik baginya dengan menggunakan jari. Memegang benda kecil seperti biscuit atau mainan kecil, menggenggam kemudian melontarkannya. Bayi akan memainkan jari – jari tangannya dengan membuka dan menutupnya. Sehingga tidak heran apabila bayi menggenggam benda di tangan maka dia akan memainkan benda itu dengan menjatuhkannya.

Perkembangan Emosional

Bayi akan menunjukkan ekspresinya ketika dia merasa gembira, takut, terkejut, marah, dan ketika tertarik pada sesuatu. Ketika dia merasa gembira atau tertarik pada suatu benda dapat dilihat dari ekspresi wajahnya yang ceria dan juga gerak – gerik badannya. Ketika merasa takut maka dia akan mencari perlindungan dengan mendekat ke ibunya atau mendekat kepada orang yang sudah dia kenal.

Apabila dia mendapat teguran dengan nada agak tinggi oleh orang dewasa biasanya bayi akan menangis. Itu merupakan respon emosi bayi yang sedang merasa ketakutan. Begitu pun ketika dia sedang marah atau merasa tidak nyaman, dia akan menangis. Walaupun responnya sama – sama berupa tangisan namun jika dilihat dari mimik muka, maka ekspresi bayi yang sedang ketakutan atau sedang marah akan berbeda.

Bayi yang sangat dekat dengan orang tuanya maka akan menangis jika berpisah, misalnya ketika ditinggal bekerja. Untuk menenangkannya berilah dia pelukan hangat dan ciuman sebagai tanda nanti akan berjumpa lagi. Pada usia 8 bulan, bayi akan lebih waspada karena ingatan yang berhubungan dengan kejadian semakin kuat. Dia pun mulai memahami berbagai hukum sebab akibat.

Kemampuan Bahasa
Secara normal, bayi usia 8 bulan mempunyai kemampuan bicara dan bahasa walaupun terbatas. Dia sudah mengenal namanya sendiri. Apabila dipanggil namanya dia akan menoleh dan menghentikan aktifitas yang sedang dilakukannya. Dia mulai mengerti kata sederhana seperti “tidak” atau “jangan”. Jika sejak dini dikenalkan dengan nama – nama anggota keluarganya, maka pada usia 8 bulan ini dia akan bisa mengenal nama anggota keluarganya. Secara ekspresif di pun akan terus – terusan mengoceh dan menirukan rangkaian suara misalnya seperti suara binatang.

Demikian tadi beberapa tahap perkembangan bayi usia 8 bulan. Beberapa artikel yang wajib bunda baca:

1. Tips dan trik cara mencerdaskan anak.
2. Tips dan trik cara menyimpan asi yang tepat.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Resep Menu Makanan Sehat Bayi 8 Bulan- Jerawatku Jerawatmu

Makanan bayi 8 bulan. Makanan yang bergizi akan menunjang tumbuh kembang buah hati bunda. Dengaan memberikan makanan yang bergizi tinggi, si kecil akan tumbuh dengan sehat. Pemilihan makanan yang tepat akan mempengaruhi pertumbuhan si kecil.

Perkembangan Bayi 8 Bulan

Saat bayi bunda berusia 8 bulan, ada beberapa tahapan pertumbuhan perkembangan yang harus bunda ketahui. Seperti apa perkembangan yang terjadi pada bayi saat dia berusia 8 bulan, untuk ulasan lebih lengkap bisa bunda baca di tahap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 8 bulan.


Resep Makanan Bayi Umur 8 Bulan

Beberapa pilihan makanan bayi umur 8 bulan yang bisa jadi referensi untuk bunda memilih menu makanan bagi si kecil antara lain:

makanan bayi 8 bulan

Nasi tim brokoli

Untuk membuat makanan si kecil berupa nasi tim brokoli ini bahan yang perlu bunda persiapkan antara lain:

  • Beras 20 gram
  • Daging yang sudah di giling 25 gram
  • Tomat, potong bentuk kecil-kecil 25 gram
  • Telur ayam, ambil kuningnya saja 1 butir
  • Keju parut 10 gram
  • Air 625 ml

Cara membuat:
  1. Rebus beras dan daging giling dalam air smpai mendidih. Kemudian masukkan brokoli dan tomat, tunggu sampai matang.
  2. Campurkan kuning telur dan keju  parut kedalam nasi, aduk sampai matang.
  3. Angkat dari api dan tunggu sampai dingin, setelah dingin makanan dapat dihaluskan menggunakan blender ataau disaring.

Nasi Tim Saring

Bahan yang perlu dipersiapkan:

  • Beras 20 gram
  • Tempe 30 gram
  • Ikan tuna, tenggiri atau salmon 25 gram
  • Labu siam 50 gram
  • Tomat potong kecil-kecil 50 gram
  • Mentega 1 sendok teh
  • Air 625 ml

Cara membuat:
  1. Rebus beras, tempe dan ikan dalam air sampai menjadi bubur. Setelah itu masukkan tomat dan labu, aduk sampai merata dan tunggu sampai matang.
  2. Masukkan mentega kedalam bubur, aduk sampai merata, angkat dari api dan biarkan hingga dingin.
  3. Haluskan bubur dengan blender atau saring dengan saringan kawat.

Nasi tim saring dengan hati ayam

Bahan yang perlu disediakan:
  • Beras 20 gram
  • Hati ayam 25 gram
  • Tempe 25 gram
  • Tomat, potong kecil-kecil 25 gram
  • Bayam, iris kasar 25 gram
  • Mentega 1 sendok teh
  • Air 625 ml

Cara membuat:

  1. Rebus beras, tempe dan hati ayam sampai berbentuk menjadi bubur. Masukkan tomat dan bayam tunggu sampai matang.
  2. Tambahkan mentega, aduk hingga rata. Tunggu sampai dingin kemudian blender atau saring.



Nasi tim wortel

Bahan yang perlu disediakan:
  • Beras 20 gram
  • Daging ayam yang sudah digiling 25 gram
  • Tempe 25 gram
  • Tomat, potong kecil-kecil 25 gram
  • Wortel 25 gram
  • Mentega 1 sendok teh
  • Air 625 ml
Cara membuat:
  1. Rebus beras, daging ayam dan tempe dalam air sampai menjadi bubur. Kemudian campurkan tomat dan wortel, aduk hingga merata.
  2. Tambahkan mentega dalam bubur sambil diaduk perlahan. Tunggu hingga matang.
  3. Angkat dari api dan biarkan hingga dingin. Saring atau haluskan dengan blender.
Nah itu tadi beberapa resep Makanan bayi 8 bulan yang bisa bunda coba untuk diberikan pada buah hati bunda. Baca juga solusi tepat dan mudah mengatasi alergi pada bayi.

Selamat mencoba.